Windows Backup dengan Metode RSYNC dan FreeNAS

Backup adalah sesuatu yg kadang lebih sering dibuat lupa oleh user dengan alasan klasik yaitu “tidak sempat” atau malah “malas ah”. Sayangnya, anda mau tidak mau harus melakukannya, terutama bila anda bekerja dgn data yg selalu berubah atau bahkan memanage sebuah PC khusus tersendiri utk menangani hal tsb. Namun ada satu cara yg sedikit mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. 

disini kita akan memakai sebuah Network Attach Storage Operating System (NAS) yg dikenal sebagai FreeNAS sebagai basic cerita kali ini,lho ? kok ampe ke NAS segala sih? dlm logika awam bin kepengin apa2 mudah bin cepet bin instan layaknya ngitung 1,2,3 maka pilihan jatuh pd FreeNAS dgn pertimbangan sbb: 

  1. Menggunakan resource hardware yg minim,engga prelu make server heboh bin canggih,jd solusi hemat bukan?. 
  2. Karena diinstal sbg OS pd sebuah PC,maka FreeNAS bisa dikatakan adl “maintenanless” sekali pasang,instol beres sudah. 
  3. Opensource, yang konon kata banyak org akan mencerdaskan kehidupan bangsa!. 
  4. Virus free, karena dibuat berdasarkan kernel BSD maka akan ada jaminan penuh 100% bahwa file tidak akan terinfeksi virus atau virus tak akan nyebar dalam data disk/folder yg ada di freeNAS. 

Sudah cukup lengkap alasan saya buat milih FreeNAS maka langsung bisa kita mulai action ya,cuman dikarenakan cerita ini bertujuan utk membuat user aktif (dlm artian buat gugling dulu sebelum nanya or mbaca2 dulu sebelum mikir) maka saya engga crita dulu bagaimana menginstal FreeNAS,mungkin lain kali klo penyakit “males” sudah agak hilang thread ini bisa jadi pemicu bahan diskusi yg bagus.
Metode ini menggunakan Rsync yang mana secara ngawur saya terjemahkan menjadi “re-syncronize copy” yg dlm artian ngawurnya adl ” Rsync tidak akan mengcopy ulang sebuah data yg sama pada folder backup dan source backup” sehingga perform action ini akan cukup menyingkat waktu dan space disk/folder yg dipakai sbg backup. 

 

Dalam prakteknya, si mahluk Rsync ini kudu terinstall dan berjalan sbg “service windows”,lha kok? lha iya lah,klo kita menjalankan sbg service maka kita akan cukup melakukan sekali seting dan instalasi dan selanjutnya biarkanlah Rsync + FreeNAS menjadi 2 sejoli yg meringankan tugas kita :) 

Install Rsync di windows 

dlm sedikit pengalaman saya yg cuman seiprit ini,nginstall rsync yg termudah (krn saya cukup malas) adl dgn mempergunakan sebuah tools yg (lagi2) freeware yaitu DeltaCopy yg mana dlm opsinya si DeltaCopy ini bisa berjalan ‘as a service” di windows.hebat kan yah..? sudah freeware bisa kerja sendiri tanpa disuruh2 lagi !.dan apabila anda sedikit merasa sebagai generasi bangsa yg suka tantangan dan dinamis, maka anda bisa mendownload manual install version

ok,sampai dimana tadi? oh ya lupa….skarang anggep aja semua dah tau lah ya,biar cepet gitu :D dan kita langsung nginstall si rsync di PC yg akan kita pakai sbg sumber backup.setelah kita download maka kita langsung eksekusi aja file setup.exe dr rsync tadi 

 

kemudian sdh pasti kita klik “continue” 

 

kemudian anda bisa pilih mau ditaruh dimana folder instalasi rsync,dan selanjutnya klik aja install apabila sdh mrasa yuakiiiin dgn pilihan yg anda buat. 

 

setelah selesai proses maka anda akan dihadapkan pada pilihan utk launch program 

 

sudah kan? ok,lanjut yak :D 

Configure Rsync service 

secara default,rsync akan bersifat sebagai “windows service” yg mana bisa dikatakan akan terload secara otomatis dan bekerja di background,untuk menceknya anda bisa melakukan melalui tombol start dan akan terlihat tampilan menu 

 

dan kemudian anda harus melakukan opsi register windows service pada tombol pilihan  

kemudian,sesaat setelah tombol dipencet,maka anda akan dihadapkan pada pilihan username pada account yg anda jalankan di PC anda,sebaiknya,pada pemakaian ini anda sudah atau sebagai ‘administrator’ di PC anda sendiri. 

 

hebatnya si rsync ini adl,dia bisa melakukan backup di domain group! sesuatu yg jarang terjadi sebuah program freeware (mari tepuk tangan !!!) 

pada point ini,sering terjadi kesalahan atau ketidaknyamanan saat kita mengisi permintaan username dan password,walo kita telah login sbg administrator,entah kenapa,mungkin krn freeware kali yah? tp tak apalah,kenyataannya hal2 tsb tidaklah mengganggu dan kita bisa abaikan saja. 

apabila ada terjadi hal tsb,kita langsung aja deh menuju TKP eh..maksud saya ga usah diisi apapun alias biarkan kosong aja isian username/password tsb dan kita langsung ke pilihan My Computer -> Manage -> Services and Applications -> Servicessehingga muncul tampilan spt ini 

 

kemudian double click pada DeltaCopy service 

 

kemudian klik pada “log on” tab 

 

kemudiann ubah nilai dr this account ke system account kemudian anda bisa merestart service rsync dan kemudian akan terlihat tampilan seperti ini 

 

ok service rsync pada PC target yg akan di backup sdh beres. 

Seting Virtual Directory backup 

ok,sekarang kita akan seting dan konfig target PC yg akan di backup (yg juga terinstal appz rsync di dalamnya) target backup bisa berarti folder atau drive bahkan drive yg terisi system yg aktif sekalipun (terdapat OS yg berjalan) akan tetapi saya tidak akan merekomendasikan ini,alasanya apa donk! pokoknya engga deh,soale blajar2 dr pengalaman backup drive yg berisi system aktif lbh banyak gagal drpd berhasilnya,saya sendiri ga tau kenapa,mungkin salah satu sebab kegagalan adl brainware orang yg sedang mengetik tulisan ini !! :D 

nah,sekarang kita umpamain aja folder yg mau kita backup adl folder Download yg ada di desktop,maka yg akan kita lakukan adl di DeltaCopy Server kita klik pilihan virtual directories kemudian di existingDirectories klik pada jendela kolom New Virtual Directory 

 

ketik sembarang nama tanpa spasi pada penamaan folder tersebut dan satu hal yg harus diingat bahwa nama folder tersebut harus sama di FreeNAS pada bagian mount point folder share name dimana data2 anda akan di backup klo hal ini tidak dilakukan ya sia2 saja semuanya.jd perhatikan baik2…. 

 

nah sekarang anda bisa melihat sebuah virtual direktori baru di DeltaCopy Server Console,kemudian highlight di new virtual direktori tsb arahkan ke directory option dibawah path kemudian ketik nama folder yg akan anda backup.atau…anda bisa memilih langsung folder tujuan dgn memakai opsi browse.apabila diinginkan,anda bisa menuliskan sedikit komentar pada opsi ini,ini sedikit menolong utk mengingat sekiranya hal2 apa yg tersimpan pada folder yg akan kita backup tersebut. 

satu hal terpenting,uncheck pada opsi Read only ini berguna agar spy si FreeNAS tidak mendelete file pada sumber asal backup. 

 

setelah selesai anda bisa klik Close pada deltaCopy Server Console dan di tahapan ini anda sudah selesai mengkonfigure sumber asal backup yaitu PC anda sendiri,di cerita selanjutnya adl opsi2 seting yg harus dilakukan di FreeNAS. 

Konfig pada FreeNAS server 

agak2 sulit membayangkan akhir drpd cerita ini :) krn disini kita langsung berhadap2an dgn opsi yg belum bisa diketahui secara secara lebih nyata terkait dgn backup rsync ini,krn kita belum bersama2 dlm tulisan ini lebih jauh mengupas ttg freeNAS, mungkin dilain kesempatan akan bisa kita bahas bersama.janji deh …. :D 

ok deh,anggep aja FreeNAS sdh jalan di sebuah PC tersendiri,ga usah gede2 itu PC,cukup pentium I saja dan ga usah repot dgn system disk buat FreeNAS,krn dia bisa diinstal di floppy disk,USB disk,Compact Flash,DOM,bahkan dijalankan sbg Live CD … hebat yak :D yg terpenting adl,anda punya kapasitas disk yg cukup utk menyimpan semua data yg akan anda backup,sepengalaman saya,FreeNAS yg terinstal pada PC pentium II 233 dgn RAM 128mb dan terpadang add-on PCI to IDe dan PCI to SATA disk,mampu menggusung 10 buah disk @ 320Gb saya belum coba utk hdd dgn kapasitas yg lebih besar,krn saat tsb hanya itulah kapasitas terbesar utk sebuah disk yg bisa saya peroleh. so…anda bisa bayangkan penghematan yg anda lakukan baik dr sisi hardware,tenaga, maupun biaya. 

lanjut ya? …. 

kita langsung menuju sasaran target kita yaitu FreeNAS yg sdh terkonek ke dalam jaringan PC kita, baik dlm lingkup LAN ataupun hanya PC to PC (pairing).utk mengaksesnya kita bisa mengetik IP address pada browser yg telah kita berikan pada FreeNAS saat instalasi setup,dan langsung akan muncul webgui kemudian kita masuk ke pilihan RSYNCD dibawah tab services menu 

 

disini akan menampilkan opsi yg ada pada FreeNAS 

 

hal pertama yg dilakukan adl mengklik service client sebab rsync server adl PC yg menjadi sumber asal yg akan kita backup. 

 

kemudian pilih [checked] dan klik enable  

kemudian sesaat sesudah itu akan muncul tampilan spt ini 

 

begitu anda melihat tampilan tersebut maka sebaiknya anda harus benar2 perhatikan 3 opsi dibawah ini,krn ini adl kunci dan harga mati cerita ini kalo anda ingin bener2 berhasil membuat backup data sekaligus freeNAS server storage. 

1.Remote RSYNC Server – ini adl DNS name atau IP address PC yg akan kita backup,apabila anda akan menggunakan opsi IP address sbg point pilihan,maka usahakan anda memakai IP address statik dlm lingkungan LAN anda,atau bila DHCP usahakan memakai type DHCP yg enable reservation address,sehingga selalu mendapatkan IP yg sama setiap kali refresh.dan apabila anda memilih memakai DNS name sebgai point pilihan,maka usahakan DNS name tersebut ada pada seting DNS option pada FreeNAS dan pada PC target backup. 

2.Shares to be synchronized – menunjukkan letak folder share yg akan kita backup,disini penamaan folder HARUS SAMA antara FreeNAS dan PC target backup,folder tsb adl folder yg telah anda create dgn DeltaCopy Server pd cerita sebelumnya,disini anda bisa melakukan sebanyak mungkin (multiple) shared folder di FreeNAS dan PC target selama nama folder adl sama,baik di FreeNAS maupun di PC target,bahkan dgn membuat bbrp PC target yg berbeda pun bisa dilakukan,asal kata kunci keselamatan adl satu hal ” samakan nama folder di PC target backup dgn nama folder shared backup pada FreeNAS” itu aja kok…gampang kan? 

3.Synchronization Schedule – opsi ini adl penjadwalan backup yg akan dilakukan,disini semuanya bisa dilakukan sesuka hati bersama pacar …eh jadwal :D ,anda bisa melakukan penjadwalan seperti yg tertera pada tabel list tsb.amat sangat membantu bagi org yg suka lupa seperti saya loh…bener itu :D 

ok…apabila semua pilihan2 dan isian spt ke 3 point diatas sudah dilakukan maka anda tinggal klik ‘save’ pada FreeNAS dan setelah bbrp saat backup proses terjadi anda bisa melihat bahwa,isi folder backup pada FreeNAS dan PC target backup akan sama percis kek pinang dibelah kampak ! 

 

 

nah .. selesailah sudah ceritanya :) oh ya,sedikit kesimpulan disini,bahwa dgn membuat opsi tersebut (FreeNAS server dan backup schedule) maka kita akan benar2 tertolong,sebab di dunia internet yg sudah penuh dgn cem-macem virii dan kerusakan2 hardware maupun system yg tak bisa kita duga sebelumnya.dan satu point lagi,bagi orang2 pelupa jg benar2 akan diuntungkan dgn opsi tersebut,krn sekali anda menseting maka anda bisa melupakan kapan waktu backup seharusnya dilakukan,spt pepatah bilang “just clik setup and forget”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: