Manfaat Literature Review

  1. Mengidentifikasikan kesenjangan (identify gaps) dari penelitian ini.
  2. Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel)  sehingga banyak menghemat waktu dan juga menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain.
  3. Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevant terhadap penelitian ini.
  4. Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah capai sehingga dengan adanya studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun diatas platform dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.
  5. Untuk mengetahui orang lain yang spesialis dan mengerjakan di area penelitian yang sama, sehingga dapat terjaring dalam komunitas yang dapat memberi kontribusi sumber daya yang berharga.

Beberapa contoh dari Penulisan Literature Review:

Penelitian ini membahas mengenai pengembangan Students Information Services (SIS) di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja. SIS merupakan salah satu hal yang menjadi fokus di semua link akademik. Jumlah mahasiswa yang semakin bertambah mengakibatkan SDM yang ada benar-benar harus dimaksimalkan didalam pelaksanannya. Students Information Services (SIS) dibangun dengan tipe pendekatan yang mengacu kepada kebutuhan pengguna yang disesuaikan dengan temuan di lapangan kemudian menginterprestasikannya ke dalam sistem pelayanan yang lebih bagus yaitu secara Online. Dengan adanya SIS diharapkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap sistem pelayanan semakin baik. Setelah mengeluarkan SIS pertamanya, Perguruan Tinggi Raharja pun terus melakukan pengembangan SIS menjadi berapa versi yaitu : SIS versi dua, SIS TouchScreen, dan SIS RPU.

Penelitian ini dilakukan oleh David J. DeWitt dari Universitas Wisconsin dan Jim Gray tahun 1992 berjudul “Parallel Database Systems:The Future of High Performance Database Processing”. Penelitian ini dilakukan dengan konsep database terdistribusi yang merupakan database yang disimpan pada beberapa komputer yang terdistribusi satu sama lain. Pada penelitian ini, dijelaskan  Sistem database paralel mulai menggantikan Mainframe komputer besar untuk pengolahan data dan transaksi tugas. Paralel database komputer memiliki arsitektur yang berkembang dari penggunaan perangkat lunak yang eksotik untuk perangkat keras yang paralel. Seperti kebanyakan aplikasi, user menginginkan hardware sistem database yang murah, cepat. Ini menyangkut tentang prosesor, memori dan disk. Akibatnya, konsep  hardware database yang eksotis tidak sesuai untuk teknologi saat ini. Di lain sisi, ketersediaan microprocessors cepat, murah dan kecil menjadi paket standar murah tapi cepat sehingga menjadi platform yang ideal untuk sistem database paralel. Stonebraker mengusulkan rancangan sederhana untuk spektrum disain yaitu shared memory, shared disk dan shared nothing. Dan bahasa yang digunakan dalam database adalah SQL sesuai dengan standar ANSI dan ISO. Dengan penelitian ini, kita dapat mengembangkan sistem database agar dapat digunakan diberbagai ruang lingkup.

Penelitian ini dilakukan oleh  Yin-Fu Huang dan HER JYH-CHEN  (2001) dari Universitas Nasional Sains dan Teknologi Yunlin Taiwan, berjudul ”Fragment Allocation in Distributed Database Design”. Pada penelitian ini menjelaskan mengenai Wild Area Network (WAN), fragmen alokasi adalah isu utama dalam distribusi database desain karena kekhawatiran kinerja keseluruhan didistribusikan pada system database. Disini system yang  diusulkan sederhana dan modelnya yang komprehensif mencerminkan aktivitas transaksi yang didistribusikan dalam database. Berdasarkan model dan informasi transaksi, dua bentuk algoritma dikembangkan untuk mendapatkan alokasi yang optimal seperti total biaya komunikasi yang sebisa mungkin diminimalkan. Hasilnya menunjukkan bahwa alokasi fragmentasi ditemukan dengan menggunakan algoritma yang tepat akan menjadi lebih optimal. Beberapa penelitian juga dilakukan untuk memastikan bahwa biaya rumus dapat benar-benar mencerminkan biaya komunikasi didunia nyata.

Penelitian ini dilakukan oleh Lieven Desmet, Bart Jacobs, Frank Piessens, Wouter Joosen, 2004, dari Eighth IFIP TC-6 TC-11 Conference on Communications and Multimedia Security (CMS), berjudul “ A Generic Architecture for Web Applications to Support Threat Analysis of Infrastructural Components “. Penelitian ini menjelaskan bahwa tentang analisis ancaman yang berguna dari platform aplikasi web, beberapa arsitektur asumsi tentang aplikasi tersebut harus dibuat. Dokumen ini menjelaskan generik khas arsitektur Three-Tier aplikasi web. Ini berfungsi sebagai dasar untuk menganalisis ancaman pada infrastruktur yang paling penting komponen dalam arsitektur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: